Sherif

The Topanerz

merupakan simbol

dari kesatuan

dan persaudaraan

Topanerz Indonesia
Showing posts with label Global. Show all posts
Showing posts with label Global. Show all posts

HARKITNAZ 20 Mei'14 Bangkitnya Kejujuran Bebarengan, dari Djalanan Iztimewa Yogyakarta tuk Nuzantara. Zemangat Jujur Barengan gerilyawan jalanan




Maturnuwun zedulur2 PODJOK-BOJ-BB-JHC-TTMS-PBMY kalian gerilyawan jalanan yg iztimewa, kecilnya zumbangzih buat negeri ini tak mengurangi langkah kalian tux bertindak....)
Read More …

Sepenggal Lirik Lagu dari Boomerang dipersembahkan Buat Gerilyawan-gerilyawan Jalanan.

Krn dia kita dipertemukan....
Krn dia kita berzilahturohmi....
Krn dia kita jelajahi negeri ini....

Tunggu albumnya akhir bulan ini, hajar bor!!!!
"Motor Tua" lagu terbaru BOOMERANG, 

ojo lali.. beli yg original, jgn yg bajakan.
hargai karya dengan beli yang original
Read More …

Honda C50

Sepeda motor Honda tipe cub atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan istilah bebek, pertama kali dikembangkan di Jepang pada tahun 1957. Sepeda motor yang kini begitu tenar di Asia, dan bisa dibilang menjadi titik awal revolusi sepeda motor di dunia.

Memulai perjalanan yang panjang serta banyaknya tantangan sudah dirasakannya, pertama soal desain dan teknologi terbarunya di saat itu. Misalnya mesin OHV 4-tak berkapasitas mesin 50cc-nya. Meski cuma bertenaga 4,5 Dk, mesin menjadi terobosan ditengah lebih banyaknya sepeda motor yang menggunakan mesin 2-tak saat itu.

Masuk bulan Februari 1957 pengembangan desain bodi dilakukan. Soichiro Honda, pendiri Honda cukup konsen masalah desainnya. Bahkan Soichiro berpesan supaya desainnya dibuat kompak dan nyaman sehingga cocok dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu tantangan kenyamanan adalah ketika Honda memilih lingkar roda 17 inci. Diameter roda ini dipilih karena saat itu masih banyak jalanan di Jepang yang belum diaspal.

Akhirnya pada tahun 1958, Bebek Honda pertama resmi dijual masal dengan nama Super Cub C100, dan dijual dengan harga 55 ribu Yen. Setahun kemudian motor ini masuk ke pasar Amerika dan kemudian menyusul di Eropa pada 1961. Genre ini pun berlanjut hingga saat ini. Bahkan di Indonesia, bebek masih cukup digemari.

Honda Super Cub C100

Honda C70 , versi Honda Super Cub, dengan tenaga yang lebih dan ekonomis yang sama murah dan kehandalan.
Ia memiliki overhead cam berpendingin udara 72 cc mesin (4.4 cu in) tunggal, gearbox 3-speed semi-otomatis, dan tenaga kuda cukup untuk menarik sepeda ini ke kecepatan tertinggi 50 mph (80 km / jam). Model pertama telah 6 listrik v, tahun 1982, listrik v 12 dan pengapian CDI diperkenalkan untuk lebih meningkatkan kinerja mesin.

Kini hampir semua jalanan di Indonesia dipenuhi oleh kendaraan berlambangkan huruf H. Gambar diatas adalah salah satu pabrik Honda, yang tetap berdiri walaupun dihantam berbagai masalah.


Produk Honda Pertama Kali

Sejarah Honda ( Soichiro Honda )



sumber : (http://otomotif.news.viva.co.id/news/read/241027-motor-honda-bebek-pertama-di-dunia)

Read More …

Pada Tahun 1938, Soichiro Honda (32 tahun) bekerja pada sebuah bengkel reparasi mobil di Tokyo yang disebut Art Shokai. Dibengkel tersebut dia mulai belajar secara otodidak ketrampilan teknik dan mekanik tentang mesin. Selain itu Honda juga pernah menimba ilmu (walau sebentar) tentang mekanik dan desain di Hamamatsu Technical High School, dan disana dia berhasil menyempurnakan desain baru untuk ring piston. Selanjutnya pada periode Rekonstruksi Jepang yang dimulai pada awal 1940 an, Shoichiro Honda mulai merancang sepeda dengan penggerak mesin motor. Sepeda motor tersebut dibuat pada Tahun 1947 dan diproduksi massal dengan nama A-Type.

Honda A-Type

Satu tahun kemudian dia mendirikan “Honda Motor Company” dan mulai membuat sepeda motor dengan cc kecil. Sepeda Motor pertama Honda diperkenalkan pada tahun 1949 dengan nama “Dream D-Type” dengan 3 Hp 98cc.

Honda Dream Type D

Honda S90, diciptakan pertama kali tahun 1965, salah satu motor terbaik yang pernah dibuat Soichiro Honda. Tahun 1969 adalah tahun terakhir dari S90 sebelum Honda menggantinya dengan Type-Z. Selanjutnya Honda berkembang menjadi produsen besar dan banyak memproduksi type-type sepeda motor. PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan pelopor industri sepeda motor di Indonesia. Didirikan pada 11 Juni 1971 dengan nama awal PT Federal Motor, yang sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh PT Astra International. Saat itu, PT Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang dalam bentuk CKD (completely knock down).
Tipe sepeda motor yang pertama kali di produksi Honda adalah tipe bisnis, S 90 Z bermesin 4 tak dengan kapasitas 90cc. Jumlah produksi pada tahun pertama selama satu tahun hanya 1500 unit, namun melonjak menjadi sekitar 30 ribu pada tahun dan terus berkembang hingga saat ini. Sepeda motor terus berkembang dan menjadi salah satu moda transportasi andalan di Indonesia.

Honda S90zHonda S90

Kebijakan pemerintah dalam hal lokalisasi komponen otomotif mendorong PT Federal Motor memproduksi berbagai komponen sepeda motor Hondatahun 2001 di dalam negeri melalui beberapa anak perusahaan, diantaranya PT Honda Federal (1974) yang memproduksi komponen-komponen dasar sepeda motor Honda seperti rangka, roda, knalpot dan sebagainya, PT Showa Manufacturing Indonesia (1979) yang khusus memproduksi peredam kejut, PT Honda Astra Engine Manufacturing (1984) yang memproduksi mesin sepeda motor serta PT Federal Izumi Mfg.(1990) yang khusus memproduksi piston.

Seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi serta tumbuhnya pasar sepeda motor terjadi perubahan komposisi kepemilikan saham di pabrikan sepeda motor Honda ini. Pada tahun 2000 PT Federal Motor dan beberapa anak perusahaan di merger menjadi satu dengan nama PT Astra Honda Motor, yang komposisi kepemilikan sahamnya menjadi 50% milik PT Astra International Tbk dan 50% milik Honda Motor Co. Japan.



sumber:(www.kaskus.co.id)
Read More …

Profil Soichiro Honda
Amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada kendaraan bermerek Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merek kendaran ini memang selalu menyesaki padatnya lalu lintas. Karena itu barangkali memang layak disebut sebagai raja jalanan.












Soichiro Honda, Dari Montir Hingga Menjadi Orang Nomor Satu
Sejarah Honda memang tidak terlepas dari tangan seorang Soichiro Honda, sang pendiri. Soichiro Honda ini seorang pembalap, juga seorang businessman … dan juga seorang manufaktur sejati. Disamping semua itu… yang paling penting adalah Soichiro Honda itu adalah seorang pemimpi … !!! Dia memimpikan membuat piston ring yang lebih baik… mendirikan sebuah perusahaan kecil dan memproduksinya 

Saat merintis bisnisnya, Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan.
Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang serta dikeluarkan dari kuliah. Namun ia terus bermimpi dan berjuang keras mewujudkan mimpinya.

Kecintaannya pada mesin, mungkin 'warisan' dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam.

Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang. Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki.

Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu, prestasi kerja Honda tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Jam kerjanya sampai larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia.

Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.
Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih ?
Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.
Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

"Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,", ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijazah melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Namun ia tidak kehabisan akal. Honda mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, dan digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947, setelah perang, Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda.
Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga.

Tetangga berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. 

Semasa hidup Honda selalu menyatakan, jangan dulu melihat keberhasilanya dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. ”ORANG MELIHAT KESUKSESAN SAYA HANYA SATU PERSEN. TAPI, MEREKA TIDAK MELIHAT 99 PERSEN KEGAGALAN SAYA,” tuturnya.

Inilah yang pantas disebut makna dari kegagalan
The Power Of Dreams
Soichiro Honda
Ia memberikan petuah,KETIKA ANDA MENGALAMI KEGAGALAN, MAKA SEGERALAH MULAI KEMBALI BERMIMPI. DAN MIMPIKANLAH MIMPI BARU."
Sang Pendiri Honda


Honda Pertama Dunia

Honda Unyil 1958Honda Pispot







sumber: (www.kaskus.co.id)
Read More …

Ali Topan Anak Jalanan

Ali Topan Anak Jalanan 
adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1977 yang disutradarai oleh Teguh Esha dan dibintangi oleh Junaedi Salat dan Yati Octavia.

Sinopsis :
Ali Topan mengganggu Anna Karenina yang kebetulan lewat bersama ibunya. Rombongan Ali Topan itu ditunjukkan bagai rombongan anak yang besar di jalanan, karena tidak mendapat kasih sayang orang tua. Asal mulanya; ibu yang sibuk, dan ayah yang keluar masuk hotel dengan perempuan lain dan pulang ke rumah selalu terlambat. Meski demikian, digambarkan juga bahwa Ali Topan adalah anak terpandai di kelasnya. Jadi mereka tidaklah jahat. Keluarga Anna Karenina justru sebaliknya. Orang tuanya sangat menjaga anaknya, tapi justru kebobolan. Kakaknya kawin lari. Anna yang dipindah sekolah oleh orang tuanya, ketemu lagi dengan Ali yang mengganggunya. Satu kelas lagi. Ketika Anna dijahili, Ali membela. Maka tumbuhlah rasa simpati. Mereka lalu pacaran, meski ditentang keras orang tua Anna. Anna berontak. Anna minta Ali mengantarkannya ke rumah kakaknya yang bahagia bersama suami di desa. Orang tuanya datang bersama polisi untuk menangkap Ali. Anna mengancam bunuh diri dengan gunting, hingga selamatlah Ali. Orang tuanya mangalah.


Read More …


The Biker gang genre is easily one of the most furious of all the types in cinema that’ve been created throughout the years. The main reason these films were so much fun was because of their anti-authoritative themes and freewheeling approach to storytelling. They were in effect modern Westerns with the biker gangs replacing the traditional outlaws and riding choppers instead of horses. When these groups of cycle savages pulled into town or roared down the highways you knew things were going to get exciting fast. For our latest list we’ve chosen 10 our favorites from the 1950′s right up to the 2000′s. Whenever you need a break from the more artistic side of cinema you can’t go wrong with this collection of wild low budget gems that will rev up your adrenaline and give you that much needed jolt of motorcycle movie madness!
The Wild One
 The Wild One (1953, Dir: Laszlo Benedek) – This Black and White classic which starred the late great Marlon Brando is the film which set up the concept of the biker gang genre that would emerge a decade or so later. In the film Brando plays Johnny Strabler, the silent but deadly leader of the Black Rebels Motorcycle Club. Johnny and his band of nomadic motorized punks stop in the small quiet town of Wrightsville where they turn the place upside down and practically take it over. It is simply a 20th century version of the band of outlaws riding into a Wild West town. While there he meets a local girl named Kathie (Mary Murphy) who works in a diner and the two have a stormy but brief love affair. Look for fun cameos from future stars Lee Marvin and Timothy Carey. This is the movie that made Brando a pop culture star and you could see the influence he had on the many rebels that would follow such asJames Dean and Elvis.
The Wild Angels
The Wild Angels (1966, Dir: Roger Corman) – If The Wild One was the film that gave birth to the biker gang genre, this 1966 production was the spark that ignited the fire to the massive wave of biker films that would come out in the late 60s and 70s. Peter Fonda plays Heavenly Blues, the head of the Venice California chapter of the Hell’s Angels. Blues, his best friend The Loser (Bruce Dern) and the other members confront a group of Mexicans for stealing one of their bikes. The two factions get in a rumble after which the cops chase The Loser (who takes off on one of their bikes) and end up shooting him. This leads Blues, his faithful girlfriend Mike (Nancy Sinatra) and The Losers’ old lady Gaysh (Diane Ladd) to set up a plan to bust Loser out of the hospital before he’s thrown in jail by the pigs. This film was particularly groundbreaking in its depiction of the Vietnam era anti-establishment attitudes of the day. It also featured a supercool fuzzed out rock and roll score by Davie Allan and the Arrows. FULL REVIEW
The Peace Killers
The Peace Killers (1971, Dir: Douglas Schwartz) – This is one of the best examples of the peace and love generation coming up against the anarchic Manson-esque start of the 70s. An ex biker mama Kristy (Jess Walton) is kidnapped by her old boyfriend Rebel (Clint Ritchie), a sadistic brute who runs the Death Row cycle gang. Luckily she is rescued by a rival biker gang led by a crazy eyed woman called “The Black Widow” (Lavelle Roby) and brought back to her current lover Alex who is a complete Jesus wannabe. When Rebel discovers Kristy is hiding out at a commune in the country, an all out biker-hippie war begins with Kristy her brother and Alex’s followers/Black Widow’s group on one side and Rebel’s gang on the other. It’s a highly explosive, unique B-movie classic that packs a punch! FULL REVIEW
Satan’s Sadists
Satan’s Sadists (1969, Dir: Al Adamson) – The idea behind most biker gang movies is to show a disdain for authority and for anarchy to reign, well this Al Adamson film is one of the prime examples of that concept. Russ Tamblyn stars as “Anchor” the head of the “Satans” biker club that roams the Southwest USA. He and his fellow sadists cause problems for anyone that get in their way. The film begins with the gang killing a couple then stopping at a diner in a small town where Anchor shoots a cop and his wife point blank after delivering a memorable monologue about his hate for police. Things just get crazier from that point on and the gang begins to self destruct because of him. Tamblyn gives an outstanding performance as the wreckless leader with no moral conscience.
Stone
Stone (1974, Dir: Sandy Harbutt) – This 1974 gem is essentially the only one of its kind. The story focuses on a gang who are being assassinated one by one. Enter an undercover cop named Stone (Ken Shorter) who is sent to find out who is behind the killings. Stone undergoes a life changing experience as he spends time with the gang and gets closer with the members. A main aspect that set this movie apart from the American movies is the actual bikes the gang ride, instead of Harley choppers, they’ve got Kawasaki 900s. The film is particularly special because it was able to capture a certain period in Aussie biker culture that was never seen again. It remains a loved cult classic along with other Ozploitation films of its era like Mad MaxFULL REVIEW
Hell’s Angels ’69
Hell’s Angels ’69 (1969, Dir: Lee Madden) – Two wealthy playboys (and half brothers) Chuck (Tom Stern) and Wes (Jeremy Slate) plan to rob a casino in Las Vegas and disguise themselves as biker gang members to do it. The only thing they have to accomplish beforehand is to join up with the infamous Hell’s Angels, and gain the trust of their leader Sonny Barger as a cover. After some wild confrontations the two are able to become friends with Sonny’s gang and even hook up with one of their mamas in the process. Their big caper seems to go off without a hitch but when Sonny and the gang later discover they’ve been duped by their new friends, a roaring rampage of revenge begins! FULL REVIEW
Werewolves on Wheels
Werewolves on Wheels (1971, Dir: Michel Levesque) – Biker films often crossed over into different subgenres. This film’s story brought a supernatural-horror aspect into the standard raucous road movie storyline. A gang called The Devil’s Advocates come across a strange cult led by the mysterious “One” (Severn Darden). During a secret sacrificial ceremony, the gang’s leader Adam (Stephen Oliver) and the others are unknowingly cursed with lycanthropy. After escaping One’s initial attack they hit the open road but one by one they transform into werewolves and leave a bloody trail of terror behind! FULL REVIEW
Beyond The Law
Beyond The Law (1992, Dir: Larry Ferguson) – Based on a true story, Charlie “Winning” Sheenplays Dan Saxon, a police officer that goes undercover into a biker gang to bust up a drug smuggling/gun running operation. While playing the role of a crazy outlaw biker under the fake name Sid, Saxon begins to lose his grip on who he really is. The gang’s deadly leader Blood (Michael Madsen) also puts him through several dangerous tests to make sure he is the real deal. While he’s caught up in the gang lifestyle, he manages to find love with a kindhearted photographer (Linda Fiorentino) and her son. Saxon succeeds in getting the evidence he needs to bring down the gang but his own personal demons stemming from a troubled childhood begin to consume him making his situation even more dire.
Stone Cold
Stone Cold (1991, Dir: Craig Baxley) – NFL star turned actor Brian Bosworth plays Joe Huff a rebellious Alabama police officer who is blackmailed into going undercover to infiltrate a white supremecist biker gang known as “The Brotherhood”. The group have been making plans to assassinate the popular Governor and then free one of their members from jail. Huff takes on the persona of the mysterious “John Stone” and is put through the probationary measures that the psychotic leader Chains (Lance Henriksen) sets up for him. Huff also has to contend with “Ice” (William Forstyhe) Chains’ equally maniacal second in command, taking on every challenge to prove he’s not a fake. This is a perfect late night, ‘beer and pizza’ type movie that you can enjoy anytime. FULL REVIEW
Hell Ride
Hell Ride (2008, Dir: Larry Bishop) – This mad as hell modern B-movie was written/directed by and starring Larry Bishop, a veteran of classic biker films such as The Savage Seven and Angel Unchained. The story follows “Pistolero” (Bishop) leader of the Victors, a Southern California outlaw gang as he faces a new battle with a long time rival, “The Deuce” (David Carradine) who had killed his girlfriend many years earlier. Pistolero’s fellow bikers/loyal pals “The Gent” (Michael Madsen) and “Comanche” (Eric Balfour) stick by his side through all the turmoil that comes along including betrayal from inside their own faction. It’s one “whopper of a chopper opera” that longtime fans of the genre will get a big kick out of. Writer-Director Quentin Tarantino (Django Unchained) served as Executive Producer. While it flopped at the box office, and suffers from probably another 20 minutes of missing footage to give some of the characters and stories more depth, it delivers the goods: hot chicks, booze, bikes, guns and cool lines. It is also one of Dennis Hopper’s last appearances as an actor.






(http://www.furiouscinema.com/2013/01/cycle-savages-10-furious-biker-gang-films/)
Read More …

History Patch

The AMA was founded in 1924 as an organizing arm of Motorcycle Manufacturers and mainly supported by the
Motorcycle Manufacturers to promote motorcycle riding in America. They sanctioned groups of riders from the
same area that rode together as motorcycle “clubs”. Some wore complete matching dress outfits with the name of
their motorcycle club stitched on the back of their shirts and jackets.
At events, the AMA gave awards for the best-dressed club so this was the start of motorcycle club’s patches.
During an event in 1947 in Hollister, CA when a member of the Booze Fighters Motorcycle Club made the
headlines with an exaggerated news story that was later made into a movie called "The Wild Ones".
The AMA wrote an article in their magazine, shortly after this stating, “99% of all of their members are law-abiding
citizens and only 1% are “outlaw””. This then, began what is today known as Outlaw Motorcycle Clubs and one
percenters. Clubs that were not sanctioned by the AMA and non-members of the AMA were banned from attending
AMA events.

     In order to designate themselves as an outlaw club to all other clubs, the one percenters cut their club patches into three separate pieces. The top rocker was the name of the club, the center was the emblem of the club, and the
bottom rocker was the local from which they came These outlaw motorcycle clubs put on their own events and
parties and did the opposite of what the AMA had been doing. There were no Best Dressed awards, they
“chopped” down their bikes to go faster and look different, rode with no mufflers, they would drink, and do other
“wild” things. Such is history.

     The term “colors” is used in referring to a motorcycle clubs’ patch with two “rockers”. One is placed over the top of the middle large graphic patch and one placed underneath it. The “rockers” are usually curved bars with the top bar designating the club name and the lower bar designating the location of the club. The two rockers are separate
from the middle, larger graphic type patch, hence the term three-piece patch. Motorcycle clubs differ from
motorcycling organizations as they traditionally have “prospecting” time required before the club members decide
whether the individual will be accepted into the group and allowed to wear or “fly” the “colors” of the group. Most
club “colors” will also have M/C printed on the “rocker” to further clarify it as a club rather than an organization.

  Many national organizations in the early 1980’s set policy to unite their “rockers” with their patch to make it onepiece to avoid any designation or confusion within the motorcycling club community. H.O.G. (Harley Owners
Group) and the Blue Knights (police officers) are an  example

          As motorcycle club patches are recognized today:
• A one-piece patch signifies a family club or law abiding motorcycle club.
• A two-piece patch signifies a motorcycle club in transition to an outlaw club, awaiting approval from the outlaw
motorcycle clubs to become a three-piece patch.
• A three-piece patch signifies that the club is an outlaw club. The three-piece patch is given out in three parts
as a prospective member earns the privilege to wear the full three-piece patch. When one is just is hanging
around, he has no part of the patch. Then when he is sponsored by a full member and approved by the
club he may wear the lower rocker and he is considered a “prospect” for the club. If he is approved then
he is allowed to have the upper rocker and the insignia and is considered to be a full member. The traditional MC is one that adheres to the protocols and traditions established.  There are few exceptions, but,  traditional clubs are approved by the local dominant.  The traditional 3pc patch club is not necessarily a 1% club or even the dominant club.  

The Diamond patch with "1%"  or "13" worn with the 3pc back patch signifies the club is a 1% or 1% support club.  
While rare, they may not be the dominant club for the area but will be sanctioned by the local dominant.  There are also a few areas where the domiant is not a 1% club, but those are few.

Nomad Rocker…..
Some MCs  entitle a Member to wear a "NOMAD" bottom rocker.  This is only when that member continues to exhibit a lifestyle within the common definition of the word nomad.  

(no·mad)    
A member of a group of people who have no fixed home and move according to the seasons from place to place in search of food, water, and grazing land. 
A person with no fixed residence who roams about; a wanderer. 

It is a valued distinction of lifestyle that only a few can truly live up to, and as such, causes unfavorable notice when seen used by those most obviously not living up to the common meaning. By definition a "NOMAD", more often than not, will be traveling alone and needs an ability to represent, maintain & otherwise survive under circumstances unusual from the norm.



(http://hellbentmc.homestead.com/PatchHistory.html)
Read More …

1.Hell’s Angels

Hell’s Angels merupakan geng motor paling terkenal Amerika, Hell’s Angels memiliki sejarah panjang dan menyeluruh di jalan raya Amerika. Banyak informasi kabur tentang asal-usul mereka karena banyak kode kerahasiaan. Hell’s Angels kemungkinan dibentuk pada tahun 1940 atau 1950 di California. Lencana mereka berupa logo "kepala maut" yang disalin dari lencana Skuadron Tempur ke-85 dan Skadron Menengah 552 Bomber. Huruf merah di atas latar belakang putih melambangkan warna klub.  Dengan popularitas begitu banyak, kelompok Hell’s Angels bermunculan di seluruh AS, Rusia, Selandia Baru dan benua Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa dan Australia.Hell’s Angels telah mendapatkan ketenaran massa di AS karena keterlibatan mereka dengan urusan hukum dan persaingan geng motor.salah satunya Konfrontasi kekerasan di Casino Harrah, Laughlin, Nevada dan Hotel antara Hell’s Angels dengan MC Mongol yang mengakibatkan satu anggota geng ditusuk Mongol dan dua anggota MC Mongol ditembak Hell’s Angels. 

2.Mongols

The Mongol, juga dikenal sebagai Mongol Bangsa Mongol atau Persaudaraan, yang dibentuk pada tahun 1969 di Montebello, California bikers dari Hispanik yang ditolak masuk ke The Hell Angels MC karena ras mereka. Warna mereka hitam dan putih dan lambang mereka menyandang Mongol nama dalam huruf-huruf hitam besar seorang pria mengendarai sepeda motor mengenakan rompi kulit dan kacamata hitam sambil membawa pedang atau pedang pendek. Mongol terkonsentrasi di bagian barat Amerika Serikat, tetapi juga telah dibuka di Kanada, Meksiko dan Italia.

Pada tahun 2008, ATF dikoordinasikan sengatan melawan The Mongol MC di mana 4 agen menyamar menjadi anggota sepenuhnya sambil memperoleh tentang kegiatan geng. Operasi ini mengakibatkan 38 penangkapan termasuk penangkapan presiden klub, Ruben "Doc" Cavazos. Sebagai bagian dari operasi 160 waran pencarian dilayani dan 110 surat perintah penangkapan dilakukan. Sebagai bagian dari operasi, anggota The MC Mongol sekarang dilarang oleh hukum dari penggunaan Mongol MC logo dan lambang termasuk mengenakan tambalan di rompi atau pakaian lainnya.

3.Pagans


Pagans di Maryland pada tahun 1959 dan pada tahun 1965telah berkembang pesat. Patch mereka menggambarkan Norse api Surtr raksasa duduk dimatahari menghunus pedang dengan musyrik kata dalam merah, putih dan biru. Anggota dikenal untuk memakai patch mereka pada cut-off jaket denim dengan disertai supremasi kulit putih dan lambang Nazi patch. Para anggota klub juga telah terlihat dengan tato dari ARGO (Ar Go PersetanYourself) dan Nunya (Nun'Ya Fuckin 'Bisnis). Wilayah mereka tampaknya terbatas ketat denganpantai timur di Amerika Serikat.

Selain sejarah mereka persaingan kekerasan dengan Hell Angels Motorcycle terkenal Club,  The Pagan telah dikaitkan dengan berbagai kejahatan termasuk pembunuhan, pembakaran, penyelundupan narkoba dan telah dikaitkan dengan kejahatan terorganisir di Amerika Serikat timur laut bagian atas. Pada bulan Februari 2002, tujuh puluh tiga anggota dari The Motorcycle Club Pagans ditangkap di Long Island, NY setelah kekerasan meletus di sebuah sepeda motor dan bolatato. Para penyembah berhala diduga pergi ke bola khusus untuk menghadapi anggota The Hell Angels MC mengakibatkan 10 bikers terluka dan satu anggota Pagan yang dibunuh. Kemudian pada tahun 2005, para anggota The Pagan diduga menembak dan membunuh Wakil Presiden Hell Angel Wilayah Philadelphia.

4.Outlaws
  
The Outlaw Motorcycle Club adalah salah satu klub yang lebih terkenal dan tertua didaftar ini. Geng dimulai di wilayah Matilda pada Route 66 tua di McCook, IL pada tahun 1935. Menggunakan lencana di jaket kulit Marlon Brando dalam The Wild One sebagai inspirasi, klub mengadopsi tengkorak dengan silang Pistons sebagai patch klub resmi mereka. Sejak klub dimulai lebih dari 70 tahun yang lalu bab mereka telah tersebar luas di seluruh Amerika Serikat dan telah mapan di Australia, Asia, Eropa dan Amerika Utara dan Selatan.

Harry Joseph Bowman, Pemimpin Dunia The American Outlaw Association (AOA), adalah presiden internasional The Motorcycle Club Outlaws dan memimpin lebih dari 30 Chapter di AS dan 20 Chapter di 4 negara lain sampai dia dikirim ke penjara selama 3 pembunuhan di 1999 setelah berada diTop 10 FBI Most Wanted daftar Fugitive pada tahun 1998. Di seluruh dunia anggota dari The Outlaws telah dicurigai, ditangkap, diadili dan dihukum karena kejahatan yang tak terhitung jumlahnya dari prostitusi, perdagangan narkotika dan barang curian, perdagangan senjata,pemerasan dan pembunuhan.

5.Sons of Silence


The Sons of Silence lain adalah "1% ergeng motor yang didirikan di NiwotColoradopada tahun 1966 dan ditampilkan dalam episode 2009 dari Gangland on The History ChannelSejak 1966 The Sons of Silence telah menyebar di seluruh Amerika Serikat,dengan konsentrasi di AS timur Mereka juga memiliki beberapa bab tersebar di seluruh Jerman.

The Sons of Silence telah mengadopsi moto "Donec Mors Non seperat", yang dalam bahasa Latin berarti "Sampai Maut Memisahkan Kami"Patch klub telah diadopsi dari American Eagle logo yang digunakan oleh perusahaan bir Budweiser dan elang ditumpangkan di atas huruf A dengan moto mereka di bawahnya.

Pada bulan Oktober 199937 anggota Sons of Silence ditangkap pada perdagangan narkoba dan senjata ilegal tuduhan dalam salah satu operasi terbesar Denver menyamar federal.  Selama penggerebekanThe ATF menyita £ 20methamphetamine35 senjata apiempat granat tangan2 peredam suara serta uang tunai dan sepeda motor.

6.Warlocks


Warlock didirikan pada tahun 1967 di Philadelphia, PA dan memperoleh sejumlah besar anggota setelah berakhirnya Perang Vietnam. Hanya terdiri dari laki-laki kulit putih, Warlocks telah menyebar melalui negara bagian Pennsylvania dan sebagian besar dari Amerika Serikat timur laut dan juga memiliki cabang di tenggara Amerika Serikat maupun di luar negeri di Jerman dan Inggris. Warna klub mereka yang merah dan putih dan mereka menggunakan sosok mitologi Yunani yang bersayap Harpy sebagai lambang mereka. Anggota sering menghiasi diri mereka dan rompi dengan lambang supremasi kulit putih juga.

Pada tahun 2008, Tommy Zaroff, seorang mantan Presiden Bucks County, PA wilayah ditangkap karena dicurigai memiliki 10 pon methamphetamine. Pada bulan Oktober tahun yang sama empat anggota dari Warlocks ditangkap dan didakwa dengan memproduksi, mengangkut dan mendistribusikan methamphetamine seluruh Berks County Montgomery dan di Pennsylvania. Hal ini menuduh bahwa mereka menjual lebih dari 500 lbs. shabu senilai sekitar $ 9 juta.

7.Highwaymen


 Para Highwaymen yang dibentuk di Detroit, MI pada tahun 1954. Chapter mereka telah tersebar di seluruh negara bagian Michigan serta negara bagian AS lainnya dan telah mencapai sejauh Norwegia dan Inggris. Warna klub mereka hitam dan perak dan lencana mereka adalah kerangkabersayap mengenakan topi sepeda motor dan jaket kulit. Para Highwaymen juga memiliki motto sendiri yaitu: ". Ya, meskipun kami naik jalan raya dalam bayang-bayang kematian, kita tidak takut bahaya, karena kita adalah bajingan ibu paling jahat di jalan raya" "Highwaymen Selamanya,Selamanya Highwaymen".

Meskipun klub sepeda motor terbesar di kota Detroit, mereka tidak diakui di Detroit Federation of Motorcycle Clubs karena reputasi mereka kekerasan dan kriminal. Pada bulan Mei 2007, setelah penyelidikan dua tahun ke dalam kegiatan geng, FBI menggerebek rumah dan rumah kelompok club mengakibatkan penangkapan 40 Highwaymen dan rekan. Tuduhan termasuk asuransi dan penipuan hipotek, pembunuhan untuk menyewa, kokain, korupsi perdagangan polisi danpemerasan.


8.Bandidos


Didirikan di San Antonio, TX tahun 1966 Bandidos adalah di antara lebih terkenal dari Klub Motor Amerika. Patch geng dikenakan Meksiko kartun-ishly gemuk mengenakan sombrero besar dan membawa parang di satu tangan dan pistol di tangan lainnya. Warna emas dan merah yang diadopsi sebagai warna klub karena fakta bahwa pendiri mereka adalah mantan Marinir Vietnam veteran. The Bandidos memiliki sekitar 90 Chapter tersebar di Amerika Serikat saja, tetapi mereka juga telah berkembang sejauh Asia, Jerman dan Australia.
Geng Bandidos memiliki sejarah panjang dan brutal dari kegiatan ilegal


9.Free Souls


Geng motor ini  khusus ini dimulai di negara bagian Oregon pada 1960-an. Patch mereka terdiri dari sebuah Ankh, sebuah simbol Mesir kuno dalam bentuk salib, di tengah rim sepeda motor dan ban. Semua chapter mereka, dengan pengecualian satu di Vancouver, Kanada, yang terletak di negara bagian Oregon.

Pada tanggal 2 Mei 2007, tiga anggota dari The Motorcycle Club Souls Gratis ditangkap dan didakwa dengan berbagai kejahatan. Di antara bukti adalah obat-obatan terlarang, senjata dan sepeda motor curian yang semuanya disita sebagai bagian dari penyelidikan dan penangkapan.

10.Vagos


Vagos Motorcycle Club, juga dikenal sebagai bangsa hijau, adalah satu klub sepeda motor percenter yang dibentuk pada tahun 1965. Klub  ini memiliki sekitar 24 Chapter yang tersebar di seluruh Amerika Serikat bagian barat di negara-negara seperti Arizona dan Nevada dan juga 3 di Meksiko.

Para Vagos telah menjadi subjek beberapa penyelidikan oleh FBI dan ATF untuk kegiatan ilegal seperti produksi dan distribusi methamphetamine, pencucian pembunuhan, uang dan pelanggaran senjata. Sebuah penyelidikan yang sangat terkoordinasi pada bulan Maret 2006 menyebabkan penangkapan 25 anggota Vagos dan rekan mereka dalam apa yang telah dicap sebagai penyelidikan terbesar dalam sejarah Southern California.


untuk lebih lengkapnya cari di sini Bor......

Read More …


MASIH BANYAK LAGI BOR
SILAHKAN HUBUNGI CLUB TERDEKAT
Indonesia